Tampilkan postingan dengan label Asma Nadia Publishing House. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asma Nadia Publishing House. Tampilkan semua postingan

Kata Pengantar Buku Pergi Haji dengan Rp. 100

Guru Muda Jumat, Januari 06, 2017
SinopsisBuku.net - Ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima, tentu akan memperindah dan mempercantik bangunan Islam yang dibangun dalam diri seorang muslim, bila mampu menjalankannya.
Jika syahadatain sebagai pondasi bangunan Islam, maka haji adlah aksesorisnya, Karen wajib dilaksanakn bila mampu.


Ibarat kesempurnaan sebuah bangunan, tetntu tidak hanya cukup dengan kokohnya pondasi, kuatnya tiang penyangga, atap yang teduh, nyaman karena dinding dan lantai telah menempel, namunakan terasa lebih lengkap dengan warna-warni cat dan lampu yang menghiasi.

Subhanallah…

Bisa dibayangkan bangunan itu begitu indah. Dan demi mendapatkan mesempurnaan itu, siapapun pasti akan berkorban dengan brjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya.

Seperti itulah yang dilakukan oleh Ocha dan Awan dalam mengejar mimpinya melaksanakan ibadah haji, semoga selalu dalam lindungan-Nya.

Dalam kisah perjalanan menuju cita-citanya, bukan hanya niat dan tekad yang kuat, tapi karena adanya kekompakkan yang diwujudkannya dalam kerjasama sehingga mewujudkan komitmen bersama pula.

Di isnilah letaknya kemudahan-kemudahan yang Allah berikan kepada pasangan suami istri ini(maaf, tanpa ada maksud memunculkan penyakit hati).

Jujur, saya sangat merasakan bagaimana Allah memberikan rahmat dan karunia-Nya, pada mereka berdua setelah saya membaca tulisan ini.

Oleh karena itu, bagi kita yang belum melaksanakan ibadah haji, sebaiknya membaca kisah ini. Insya Allah bagi yang sama seklai belum ada niat, akan termotivasi untuk memunculkan niat. Bagi yang sudah mempunyai niat, semoga akan lenih mengencangkan niatnya dengan mewujudkan dalam bentuk ikhtiar seperti yang dilakukan Ocha dan Awan, yaitu dengan menabung meski kemampuannya hanya seratus rupiah.

Jangan anggap enteng nilai uang “koin Rp. 100”

Yakinlah Allah selalu melihat niat dan uaha serta komitmen kita. Kisah perjalanan haji ini ibarat menerangkan dari A sampai Z cara memperoleh dana untuk berhaji.

Buku kecil ini adalah kisah nyata, jadi mudah dicerna maknanya. Oleh karena itu, layak diparesiasikan oleh setiap kita yang mengharapkan mesempurnaan dalam berislam di mana kita harus menunaikan seluruh rukun-rukun dan syarat-syaratnya, yang salah satunya adalah ibadah haji.

Semoga Allah selalu membukakan pintu-pintu kemudahan dalam setiap langkah hidup ini, sehingga mudah pula menuju rumah-Nya, Baitullah.

* Catatan Nena Herlina, S.IP (Peraih Ummi Award 2001)

***
Buku Pergi Haji dengan Rp. 100 Ditulis oleh Indah Rozaliana dan Akhyar Gunawan.

"Sebuah kisah nyata yang dailami langsung oleh penulis. Akan memotivasi siapa saja yang ingin pergi haji sekalipun hidup pas-pasan atau mereka yang berkecukupan tapi masih ragu berhaji"
- Asma Nadia (Penulis 44 buku Best Seller)


Sinopsis Pesantren Impian

Guru Muda Senin, Desember 29, 2014 Add Comment
Kegadisan telah lama menjadi dongeng yang saya tinggalkan.

Saya bukan tak mencoba berhenti menyentuh barang-barang haram itu, tetapi begitu kuatnya mereka mencengkram saya.

Kedua tangan yang telah membunuh, masih mungkinkah Engkau ampuni?

Gusti Allah, saya ingin mati!
***
Lima belas remaja putri dan putra dengan masa lalu kelam, menerima undangan misterius untuk menetap di Pesantren Impian. Sebuah tempat rehabilitasi di sebuah pulau yang bahkan tak tercantum di dalam peta. Seharusnya sederhana. Siapa menduga bahwa berbagai kejadian menegangkan kemudian terjadi?

Pemerkosaan yang menimpa gadis bernama Rini hingga harus menanggung kehamilan yang tak dikehendaki. Tragedi yang menyisakan teka-teki, sebab bayang kegelapan terlalu sempurna menutupi wajah lelaki biadab yang melakukannya.

Kisah cinta yang tertunda, misteri si Gadis yang dicari-cari polisi, bahkan peristiwa pembunuhan! Lalu rahasia apa yang disembunyikan Teungku Budiman?

Jiwa-jiwa yang putus asa.

Mampukah Pesantren Impian menjadi jembatan hidayah bagi hati yang sebelumnya tak pernah merindukan surga?

T-O-P B-G-T. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan novel ini.
Saya sendiri merasakan ketegangan yang luar biasa ketika membaca buku ini sambil menebak-nebak teka-teki di dalamnya. Benar-benar tidak memberikan celah bagi pembaca untuk merasa bosan sebelum menamatkannya (Sarwendah)

Asma Nadia rapi banget menyembunyikan identitas si Gadis. Saya sampai diskusi sama temen untuk menebak siapa si Gadis itu. Alurnya nggak ketebak tapi justru membuat buku ini semakin seru. Menegangkan banget. (Maryam Hakim)


Judul: Pesantren Impian
Penulis : Asma Nandia
Penerbit: Asma Nadia Publishing House